Selasa, 08 Januari 2013

Memasang Infus


MEMASANG INFUS
By : Nana Suryana, Amd TKV

Pengertian
Tata cara pemasangan jalur pemberian cairan infus melalui pembuluh vena perifer.

Tujuan
Didapatkan jalur pemberian cairan infus yang aman, aseptik dan benar.
Kebijakan
Pelaksana pemasangan bisa dokter konsulen, dokter ruangan, paramedis terlatih secara internal RS yang diberi kewenangan melakukan tindakan yang dibantu satu atau lebih tenaga medis/paramedis/pembantu paramedis.
Persiapan Pasien
Memberitahukan kepada pasien tentang pemasangan infus dan menenangkan pasien.
Persiapan Alat
1.     Intruksi pemasangan infus dari dokter tercatat lengkap dan jelas pada rekam medik atau secara lisan pada keadaan darurat bila ada kurang dimengerti segera tanyakan pada dokter yang memberi intruksi.
2.     Persiapan :
a.     Meja/trolly serupa meja suntik tersedia diatasnya: IV catheter yang akan digunakan. IV catheter cadangan atau wing needle. Transfusion set/infusion set terbungkus steril, kapas alkohol 70%,Bethadine, kasa steril, plester/hypafix, spalk, larutan infus yang akan diberikan.
b.    Standar infus.
c.     Pencahayaan yang baik.
d.    Tutup ruang pasien agar pelaksana dapat lebih konsentrasi.
Persiapkan cairan yang akan diberikan dengan menusukkan bagian tajam infusion set kedalam botol larutan infus. Buka saluran hingga cairan infus memenuhi seluruh selang tanpa menyisakan udara dalam selang infus.
Prosedur
1.     Tentukan lokasi pemasangan, sesuaikan dengan keperluan rencana pengobatan, punggung tangan kanan/kiri, kaki kanan/kiri, 1 atau 2 hari. Contoh pasien struma IV line dikaki kiri/kanan, Tumor mamae IV Line
ditangan sisi berlawanan pasien shock : 2 line atau vena sectio, pasien stroke pada sisi yang tidak lumpuh.
2.     Ligasi bagian proximal dari lokasi vena yang akan ditusuk menggunakan ligator khusus.
3.     Lakukan tindakanaseptik dan antiseptik.
4.     Lencangkan kulit dengan memegang tangan/kaki dengan tangan kiri, siapkan IV catheter ditangan kanan.
5.     Tusukkan jarum sedistal mungkin dari pembulu vena dengan lubang jarum menghadap keatas, sudut tusukan 30-40 derajat arah jarum sejajar arah vena, lalu dorong.
6.     Bila jarum masuk ke dalam pembuluh vena, darah akan tampak
masuk kedalam bagian reservoar jarum . Hentikan dorongan.
7.     Pisahkan bagian jarum dari bagian kanul dengan memutar bagian jarum sedikit .Lanjutkan mendorong kanul kedalam vena secara perlahan sambil diputar sampai seluruh kanul masuk.
8.     Cabut bagian jarum seluruhnya perhatikan apakah darah keluar dari kanul . tahan bagian kanul dengan ibu jari kiri.
9.     Hubungkan kanul dengan infusan / tranfusion set. Buka saluran infus perhatikan apakah tetesan lancar.perhatikan apakah lokasi penusukan membengkak,menandakan elestravasasi cairan sehingga penusukan harus diulang dari awal.
10.   Bila tetesan lancar,tak ada ekstravasasi lakukan fiksasi dengan plester/hypafix dan pada bayi/balita diperkuat dengan spalk.
11.  Kompres dengan kasa betadhin pada lokasi penusukan.
12.  Atur tetesan infus sesuai intruksi.
13.   Laksanakan proses administrasi, lengkapi berita acara pemberian infus, catat jumlah cairan masuk dan keluar,catat balance cairan selama 24 jam setiap harinya,catat dalam perincian harian ruangan.

Bila sudah tidak diperlukan lagi,pemasangan infus di stop, IV catheter dapat dilepas dengan cara:
a.     Tutup saluran infus.
b.    Lepaskan plester dengan bantuan bensin.
c.     Tindihkan kapas alkohol pada lokasi tusukan, cabut kanul IV catheter.
d.    Kapas difiksasi dengan plester.
Seluruh alat infus dibuang pada tempat sampah medis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar